Is It For Real ??!!

June 4th, 2008 by yannadhani

"Pandanglah ke depan. Hanya pandang ke depan. Jangan pernah berpaling.
Jangan pernah menoleh. Hadapilah apa yang ada di depanmu. Lupakanlah segala
masalah. Masalah akan berlalu. Masalah pasti akan berlalu."

WeekendKu

May 3rd, 2008 by yannadhani

Finally keturutan juga nonton Forbidden Kingdom. Padahal sudah lama
pengen nontonnya, cuma waktunya yang belum pas. Sebenarnya hari selasa
yang lalu sudah di niati mau nonton itu, dengan alternatif ke2 nya
Street King di Hollywood KC. Tapi pas mau berangkat ujannnnn. Akhirnya
cuma muter-muter trus nyari maem. Dalam rangka pencarian menu makan
malamnya juga sempet bikin bete juga. Saat itu aku memang kepengen
makan yang berbau Chinese food gitu. Fuyunghai, Cap Cay dan kawan
kawannya… Setelah muter-muter kemana-mana, akhirnya nemunya malah di
Daerah Fatmawati kesonoan dikit *maksudnya Fatmawati ke arah Pdk. Labu
gitu dehh hehehe* dan aksi balas dendam pun dimulai. Menu yang loiy
pilih antara lain :
- Soup Baso Kembang Tahu *Menu yang ini mantap abisss… apalagi makannya ditambah sambal yang lumayan pedas.. Yummyyyyyy…*
- Cap Cay seafood kuah *menu yang ini juga lumayan.. apalagi  udangnya …. wuihhhhh terasa manis waktu di kunyah*
- Menu ketiganya yaitu cumi cah kembang kol *kalo menu yang ini enak juga, cuman cuminya kurang banyakkkkk…*

Hehehe
akhirnya malah menu yang dipilih jenis sayuran semua saking napsunya
buat balas dendam ngobatin bete. Tapi alhamdulillah … menu yang
dipilih juga mampu ngobatin rasa bete dan kecewa gara2 gagal nonton
*juga gara2 susah nyari tempat makan jenis yang di pengen*

Trus
kemaren (Jum’at) rencana juga mau nomat selepas jam kantor. Abis magrib
berangkat ke Citos, begitu nyampe sana… eng ing engg… tiketnya
tinggal yang duduknya misah misah. Mending kalo misahnya engga
jauh-jauh amat. Lha ini…??? satu di mana… satunya dimana… hiksss
akhirnya batal nonton Forbiden Kingdom lanjut ke 2nd choice yaitu
Ironman. Tapi ternyata tiket untuk Ironman udah abissssss .. hiksss…
lemes bin bete aja jadinya.
Akhirnya pelampiasan ke makan lagi.
Karena sebelum pergi td sempet nyemil cireng *oleh-oleh dari garut
kemaren* dan masih belum merasa lapar, akhirnya menu yang dipilih yaitu
bakso. Option bakso ada 3 tempat : Bakso Malang yang di daerah
Fatmawati, Bakso Atom di daerah deket kampus arah Ciputat, trus satu
lagi Radja Bakso di deketnya Selapa Lebak Bulus. Pilihan jatuh ke Radja
Bakso karena pengen nyoba lagi menu yang ada *kalo di tempat ini baru
sekali dulu nyobainnya, biasanya sih memang di 2 alternatif lainnya
itu*.
Pelampiasannya ternyata tidak membuahkan hasil. Karena menu
yang di sajikan tidak memenuhi selera. Sebenarnya sih termasuk lumayan
enak dan sedikit lebih murah dibanding bakso atom *tapi ada jenis bakso
yang 1 bijinya 15 rb, huehehe untungnya milih bakso yg itu cuman satu
doank*, tapi mungkin karena kondisi yang lagi bete trus di tambah kuah
baksonya yang engga panas. Hikss kebayang donk makan bakso tapi kuahnya
anget doank. Gak seruuuuuuu….

Dan akhirnyaaaaa… hari ini
terpuaskan sudah hasrat untuk nonton dengan ditemani cemilan simping
*oleh-oleh dari garut juga*. Meski engga bisa yang jadwal jam 7an
lewat, karena loiy harus kuliah dulu. Tapi akhirnya dapet yang jam
8.40.
Abis nonton, sepanjang jalan pulang masih juga iseng nyari
es campurnya sinar garut. Akhirnya nemu juga di deket perempatan
fatmawati. Loiy sebenarnya pesen es campur *yang memang favnya loiy*
tapi di kasih sama abangnya es teler, sedangkan Mboel milih Es Teler
Kopyor malah di beri es kpyor doank. Singkong di ragiin … Tapeeee
Dehhhh…. tau eh abangnya gie ngelamunin apa sampe salah mulu bikin
menunya.

Sekitar jam 00.30 nyampe rumah. Tapi masih butuh
perjuangan juga mau masuk rumahnya. Gara-gara loiy nelp ke mas-mas yang
bukain gerbang engga bisa-bisa. Loiy pikir karena udah malem, engga
enak kalo musti mencet bell nya, makanya loiy telp aja langsung suruh
bukain gerbang. Tapi malah engga nyambung-nyambung. Ya udah… akhirnya
mencet bellnya terus deh. Tapi yang bikin engga enak yang ngebukain
malahan tetangga kamar loiy. Pas udah dibukain gerbangnya, baru deh mas
nya nongol. Kena deh diomelin sama loiy. Lagian sapa suruh kupingnya
buat ngedengerin lagu doank sampe engga denger bell gerbang bunyi
terus-terusan.

*Sigh* loiy musti siap-siap kuiah nih, hiks hari minggu kok ya disuruh kuliah sihhhh.. kan malesssss….

To semua Blogger : Have a Great Weekend yahhhh….

Fenomena Suara Sirine

April 22nd, 2008 by yannadhani

Sirine.

Sebuah
bunyi-bunyian yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Presiden hendak lewat, ada
sirine. Menteri mau lewat, ada sirine. Jenazah lewat, ada sirine. Someone dying, ada sirine.

Namun pernah gak
blogger menjumpai pengguna jalan yang “hampir”
sudah tidak peduli lagi dengan suara sirine. Mengapa hal itu bisa terjadi..???

Menurut
pengamatan loiy, ada beberapa factor yang menyebabkan masyarakat pengguna jalan
tidak mempedulikan lagi suara sirine tersebut.

- Masyarakat sudah kehilangan rasa tepo sliro, tenggang rasa yang mengakibatkan mereka mengacuhkan
suara sirine.

- Adanya oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan jasa
sirine untuk kepentingan pribadi. Hal ini pernah saya dengar langsung dari
beberapa orang yang menyatakan It’s fine to hire sirens as long as we can afford
to pay it
.

- Adanya ketidak pedulian aparat mengenai tingkat urgentsitas sirine.

- Dan sebab-sebab lain yg belum di ketahui.

 

Kadang loiy
bingung, pernah seorang teman bercerita harus menahan sakit hati gara-gara insiden
sirine. Pada waktu itu, dia sedang mengantar orang tuanya yang sedang sakit
parah menggunakan ambulan. Ketika melewati jalanan yg padat, bunyi sirine yang
meraung raung juga tidak membuat pengguna jalan lain memberi kesempatan
ambulans untuk jalan. Yang lebih tragisnya, ada petugas polisi yang menjaga traffics
light beberapa meter di depan.

*sigh* Beda banged yak ketika ada
aparat yang hendak lewat. Dari jauh-jauh juga sudah di clearkan. Memang sudah sewajarnya apabila hal itu dilakukan karena
memang  urgent, dan bukan karena tingkat
jabatan seseorang. Tapi bagaimana dengan ambulan yang mengangkut someone dying, yang sekarat dan
membutuhkan pertolongan sesegera mungkin ???

 

Dan fenomena
yang tak kalah mirisnya, bunyi bunyian sirine di pergunakan oleh orang-orang
yang tidak bertanggung jawab, yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi
semata. Pernah suatu ketika saya naik mobil angkutan, dan klakson yg di
pergunakan juga bunyi sirine semacam itu. Bahkan beberapa waktu yang lalu,
sepeda motor pun banyak yang mempergunakan klakson semacam itu, namun akhirnya di
berlakukan larangan penggunaan klakson sirine.

Bisa jadi hal semacam
inilah yang memicu rasa ketidak pedulian pengguna jalan tentang bunyi sirine. Mereka
akan berfikir “ Ah aku juga darurat musti cepet nyampe tempat kerja kok, kalo telat

kan

potong
gaji, emang siapa yang mau mengganti gaji yang terpotong, kalo gaji kurang

kan

bias-bisa
keluargaku gak makan ??? ”

Kalau sudah
seperti itu, siapa harus mengalah pada siapa..???

Apa sebaiknya
pemerintah memberlakukan suatu kebijakan / peraturan untuk mengatur hal-hal
seperti itu ??

Tapi seandainya
IYA, kok ya kebangetan banget, sudah
sedemikian kuatnya paham individualisme itu..??

 

Jakarta

… Oh …

Jakarta

Sedemikian hebatnya dirimu sehingga mampu
mengubah pandangan hidup penghunimu

Salut … Salut…

 

Berapa Harga Cintamu

April 3rd, 2008 by yannadhani


" Assalamu’alaikum "
, salamku begitu terdengar nada telephone diangkat.

" Wa’alaikumsalam " suara Fee’ menjawab salamku.

" Gie ngapain ? gie sibuk kerja yah "

" Hehehehe baru bangun nih. Hari ini kerjaan libur.

Ada

apa ?"

" Engga ada apa-apa sih. Aku cuma lagi suntuk aja di rumah. Pengen jalan-jalan keliling

Jakarta

."

" Emang mau kemana ?"

"Ya
belum tau juga sih, hari Jum’at gini semua temen pada sibuk kerja.
Makanya gak tau mau ngajakin siapa buat jalannya, trus keinget kamu deh
yang kerjaannya nomaden gitu."

"Nomaden
gimana….. kamu ngaco ah, tapi ok lah nanti sorean aku antar. Hari ini
aku ada janji ketemu dengan klien. Nanti kalo sudah selesai aku kabarin
ya."

" OK deh kalo gitu. Aku tunggu yah"

" Seep. See Yaa "

" See Yaa "

********

Beberapa jam
kemudian, aku dan Fee’ sudah berada di salah satu sudut caffe
dibilangan Jakarta Pusat. Di luar jendela aku lihat mendung
menggelayuti langit

kota

Jakarta

.
Sambil berbincang, aku ditemani minuman favorit ku, secangkir coklat
panas. Sedangkan Fee’ lebih memilih hot cappucino kesukaannya.

"

Ada

masalah apa sebenarnya sih Ra ?", tanya sahabatku seolah mampu menyelami hatiku yang sedang gundah.

" Suamiku selingkuh Fee’ "

" What ..??!! "

" Ya.. Dia telah selingkuh, tadinya aku tidak percaya dengan segala apa yang telah diucapkan perempuan itu padaku. "

" Terus.. darimana kamu bisa sebegitu yakin kalau suami kamu sudah benar-benar selingkuh?"

" Dari pengakuan suamiku sendiri "

" Maksudmu, kamu sudah menginterogasi suami kamu begitu ? "

"Sebenarnya
aku tidak bermaksud menginterogasi dia. Aku hanya bercerita bahwa ada
seorang perempuan yang datang kepadaku dan mengaku bahwa dia
selingkuhan suamiku, terus mengalirlah pengakuan itu dari dia"
sampai disini kembali kelopak mataku terasa perih.

Ada

air mata yang menggenang disana. Buru-buru aku seka dengan selembar tisu sebelum air itu menetes di pipiku.

Fee’ menggenggam tanganku, seolah ingin menyalurkan ketenangan lewat tangannya kepadaku.
Setelah merasa sedikit lebih tenang, akhirnya aku mampu menumpahkan
segala beban di dadaku. Tentang bagaimana sakit dan hancurnya hatiku
mengetahui perselingkuhan yang telah dilakukan suamiku. Sesekali aku
harus menghentikan ceritaku, agar tangisku tidak meledak.

" Sekarang aku bingung Fee’, aku tidak tau harus bagaimana. Aku tidak tau keputusan apa yang sebaiknya aku ambil…."

" Untuk sekarang, kamu tidak perlu mengambil keputusan apa-apa, karena aku tau kamu dalam kondisi yang tidak stabil."

"Tapi
aku tidak mau berlama-lama dalam kondisi seperti ini Fee’, aku tidak
sanggup. Sampai saat ini jalan yang terbaik yang terfikir hanyalah
minta cerai."

"Vara,
aku yakin kamu juga sudah tau bahwa Tuhan sangat membenci perceraian.
Namun seperti kita tau Tuhan juga tidak melarang tentang hal itu. Hanya
saja menurutku jangan terlalu cepat mengambil keputusan di saat hati
dan pikiran kita sedang labil."

"Jangan
sampai kamu melakukan kesalahan yang sama seperti yang telah aku
lakukan. Kamu tau Ra, sebuah perceraian itu sangat menyakitkan. I’ve
been there before, and I regret it ’till now. If I could stop the time,
I’m sure I’ll turn it back. Tapi semua sudah terjadi, hanya karena
terbawa emosi akhirnya aku seperti yang sekarang kamu lihat."

"Aku
tau Ra, kamu sangat menyayangi suamimu. Begitu juga suami kamu. Diluar
apa alasan suami kamu melakukan kesalahan itu, aku tau kalian saling
membutuhkan. Tolong Ra jangan terlalu impulsif… redam dulu amarah
serta emosi kamu, mohon petunjuk-Nya. Aku yakin Tuhan akan memberikan
jalan terbaik."

Aku menyeruput coklat panas yang tidak lagi panas. Ini gelas kedua untukku.
Aku masih mendengarkan wejangan-wejangan yang diberikan sahabatku  for a couple of hour.

Aku lihat di luar sudah mulai gelap. Lampu-lampu jalanan sudah menyala terang.
Setelah meyakinkan Fee’ kalau aku sudah merasa lebih baik, kami memutuskan mengakhiri pertemuan.

********

Satu  minggu
sudah berlalu sejak perbincanganku dengan Fee’. Dan selama itupula aku
berkomunikasi dengan suami hanya melalui sms, meskipun kami masih
tinggal dalam satu rumah. Itupun aku lakukan apabila ada hal-hal  yang
penting saja. Aku masih diliputi perasaan yang tidak menentu. Satusisi
aku ingin memaafkan kesalahannya, tapi disisi lain ketika  mengingat
apa yang telah dia lakukan padaku, kembali hati ini tersayat. Di satu
sisi aku sudah tidak sanggup dengan pengkhianatannya, namun disisi lain
aku tidak mau kehilangan dia. Aku berada di persimpangan  yang
membingungkan.

" Hun, kenapa sih milih aku buat jadi istrinya sayangku ?" tanyaku disuatu senja di teras rumah kami.

" Kenapa memangnya.. kok tiba-tiba nanya nya begitu ?"  dia menatapku heran.

" Yee… pasti gitu deh, kebiasaan kalo ditanya bukannya ngejawab tapi malah balik nanya."

" Ya abisnya… gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba nanya begitu. Emang abis nonton apaan ato abis ada kejadian apa sihhh…"

" Ya engga ada, cuman pengen nanya aja. Ayo donk Hun di jawab…"  rajukku.

" Ehem.. ehem… hehehehe… begini ya Sweetyku… Hm… kenapa yaahh… waduh susah nih ngejawabnya.."

" Yeeeeeee…."

" Ok.. Ok…" 

"Kenapa
aku milih sweetyku buat jadi istriku, karena aku yakin sweety kubisa
menjadi istri sekaligus ibu yang baik buat anak-anakku. Aku yakin
sweetyku bisa membuat nyaman suami sekaligus anak-anak kita nanti."

" Terus…"

" Terus… karena aku merasa kekuranganku ada di sweetyku. Menjadi kelebihannya sweetyku. Begitu…"

" Udah..??"  kejarku kurang puas.

" Udah."

" Kok jawabnya bukan karena sayangku cinta aku sih…"  protesku.

"Sweety..
cinta itu bisa tumbuh dengan cepat, namun bisa padam secepat dia
menyala. Tapi aku sayang sama sweetyku, dan buat aku tingkatan sayang
itu sudah di atas cinta."

" Hooo.. gitu yah."

"Hun…
aku kasih tau satu rahasia yah…", lanjutku sambil menyusup kedalam
pelukan suamiku. " Jaman SMA dulu aku sudah nentuin kriteria untuk
calon suami lho. Di antaranya, dia harus lebih pinter dari aku disisi
agama, tapi di bidang umum juga harus lebih pinter dari aku."

" Tapi dapatnya gak seperti yang diharapkan yah…" godanya.

"Ya
engga juga.. seperti kata sayangku tadi, kelebihanku menutupi
kekurangan sayangku. Begitu juga dengan aku, kelebihannya sayangku bisa
menutupi kekuranganku. Jadinya saling melengkapi gitu."

" Yup betul sekali… tumben istriku pinter yahhh… hahahaha…".

" Sayangggg….. !!!!!" sungutku sambil mencubit pinggang suamiku.

" Awww…. hahaha !!!! "

Aku tersenyum perih mengingat kembali semua kenangan manis itu.
Ahhh… betapa sebenarnya aku sangat menyayangi suamiku. Andaikan
perempuan itu tidak hadir di antara kami, aku tidak akan merasa sakit
seperti ini. Namun apalah lacur, semua sudah terjadi. Dan itu kenyataan
yang harus aku terima, mau tidak mau.

********

Aku
bergegas memasukkan semua keperluanku ke dalam mobil. Tidak lupa aneka
roti unyil kesukaan suamiku serta buah naga kesukaan papa mertua. Hari
ini aku akan menyusul suami ke rumah mertua. Sudah dua hari suamiku
pulang kesana untuk membantu mama menjaga papa karena kondisi
kesehatannya menurun.

Dalam
perjalanan, pikiranku kembali berkecamuk. Antara membenarkan tindakanku
yang memaafkan dan perasan sakit hati yang mendera.

Perasaan terluka, terkhianati, kecolongan datang silih berganti dengan
kenyataan bahwa aku masih sangat menyayanginya, teramat mencintainya.
Seperti yang Fee’ pernah katakan padaku, cinta… kebahagiaan sejati
itu membutuhkan pengorbanan.
Tapi aku juga tidak tau bahwa ternyata pengorbanan untuk meraih kebahagiaan itu demikian berat dan sakitnya.

Kembali
terbayang kejadian ketika wanita itu datang padaku. Menceritakan semua
hal yang dialaminya bersama suamiku. Ya seorang suami yang kepadanya
aku letakkan seluruh kepercayaanku. Saat itu aku hanya mampu terbisu,
karena aku merasa seakan jiwaku sudah pergi meninggalkan raga. Jiwa dan
perasaanku tersayat. Terluka. Bagaimana mungkin suamiku tega melakukan
hal itu. Bagaimana mungkin suamiku tega mengkhianati perkawinan kami.
Apa salahku? Apa yang salah pada perkawinan kami? Selama ini semua
baik-baik saja tanpa ada tanda pernikahan kami bermasalah. Kalaupun ada
riak-riak kecil, itu masih dalam taraf yang sangat wajar dalam suatu
rumah tangga. Sudah bosankah suamiku kepadaku? sudah jenuhkah dia
menghadapiaku ?. Berbagai pertanyaan yang tidak berujung memenuhi
kepalaku. Ya Tuhan… terlalu berlebihankah apabila aku menginginkan
hidup dalam cinta, damai dan kebahagiaan ???

Semahal inikah harga cinta dan kebahagiaan yang ku impikan itu ???

Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sehingga tidak menyadari mobilku
sedang melintas di rel kereta api yang tidak berpalang pintu. Dan aku
juga tidak mendengar teriakan maupun klakson yang sahut menyahut
mencoba mengingatkanku. Ketika aku tersadar, semua sudah terlambat.
Terlambat bagiku untuk menghindar.

Aku hanya mampu menjerit menyadari kereta itu sudah di depan mata.
Sebelum akhirnya kegelapan yang aku rasakan. Detik berikutnya, aku
merasa demikian ringan. Aku tidak merasa sakit di tubuhku. Aku melihat
mobilku yang hancur terlindas kereta di kerumuni orang.

Aku melayang tinggi.
Semakin tinggi dan menjauh.

Membayar lunas harga cintaku.

********

Harlam
tertunduk lesu di samping gundukan tanah merah yang masih basah.
Tergambar jelas di raut wajah sedihnya kalau batinnya sedang menangis
pilu. Secarik kertas ada di genggamannya. Sejuta penyesalan terbias
diwajah piasnya.


Dear Hunnyku..

Hun,did
you know how badly you hurt me ??? mungkin rasanya seperti seorang ibu
ketika melahirkan (tapi aku belum tau rasanya melahirkan Hun,makanya
aku bilang mungkin hehehe). But still Hun … rasa sayangku lebih besar
ketimbang bencinya. Pengen sih Hun aku kabur saja meninggalkan sayangku
terus menghilang gitu, bahkan sempat terfikir untuk membalas perlakuan
sayangku ke aku. Tapi ternyata aku tidak mampu melakukannya. Aku tidak
sanggup. Akhirnya aku sampai pada keputusan ini. Memaafkan sayangku.
Karena aku juga tidak mau selamanya menanggung beban sakit hati ini. I
Just want to live in love, peace, and happiness… itu saja…

p.s : Hun.. roti unyil ini aku sendiri yang bikin lho, dimakan yah. Ada juga yang rasa durian,

kan

sayangku paling suka rasa durian. Another surprise for you Hun…. I’m pregnant :)…  for two week’s now.

Luv You,
Vara

Evening At My Room

March 27th, 2008 by yannadhani

Sore ini aku lihat cuaca sangat cerah
Teramat cerah malah
Matahari masih demikian gagahnya bersinar meski jarum pendek jam menunjuk angka 5.
Tapi entah kenapa I’m feel so blue.
Entah sejak kapan aku phobia dengan sinar matahari yang demikian cerahnya di sore hari.
Perasaan ini menjadi terasa campur aduk.
Aku ingat mati
Tapi aku "masih" takut mati.
Aku teringat masa depan
Tapi aku "jadi" takut dan gamang menapaki masa depanku.
Aku ingin menangis
Sangat-sangat ingin menangis
Please Someone Help Me
Aku ingin menangis

Windy & Cloudly Day

February 17th, 2008 by yannadhani

*Take a deep breath*

Look around…

Gak terasa udah lama banget "rumah" ini gak keurus. Semua berawal
ketika kesibukan menjelang UAS dimulai. Tugas akhir yang saling
menyusul menyita perhatian, materi materi kuliah yang memaksa aku lebih
memperhatikannya ketimbang berkutat di depan komputer *meski pada
kenyataannya belajarnya cuman dengan sistem SKS aja*. Ditambah lagi
dengan adanya syndrom pra exam yang aku derita. Entah sejak kapan
penyakit ini ada dalam diriku. Yang aku tau hanya, ketika menjelang
ujian, selalu dan selalu aku ketiban masalah, dan yang paling sering
love problem yang datang.

Seperti yang terjadi pada UAS kali ini. Aku gak luput dari penyakit
yang satu itu. Tepat 5 hari menjelas UAS masalah itu datang, dan
mengharuskan sayangku pulang ke Jakarta. Alhamdulillah aku bisa sedikit
lebih konsentrasi ke ujian dengan kehadiran dia. Unfortunaly, pada hari
ke-2 aku ujian, papa (camer) jatuh sakit dan terpaksa menjalani rawat
inap. Akhirnya aku *yang kebagian jaga malam nemenin sayangku* harus
belajar di rumah sakit. Tapi syukurlah semua berjalan lancar. And now
the result dah keluar. So far, baru dapet B satu and the other’s A
*untuk 4 mata kuliah* dan masih 4 mata kuliah yang belum ketahuan
nilainya.

Hari ini aku mo ke kampus buat liat nilai ke 4 mata kuliah lainnya. Hoping it’s not so bad.
Wish me luck yahhhh

ANDAI

December 3rd, 2007 by yannadhani

" Kekayaan alam di sekitar kita, bukanlah warisan dari nenek moyang kita
Melainkan merupakan titipan dari anak cucu kita"

Andaikata kita semua memiliki kesamaan cara pandang yang demikian, ato setidaknya memiliki visi yang -kalo tidak boleh di bilang sama- hampir hampir mirip lah, mungkin alam tetap akan menjadi SAHABAT kita.

Tapi lihatlah disekitar kita, ALAM tidak lagi ramah pada kita.
Alam telah mulai memusuhi kita sebagai tanda protesnya atas sikap kita yang semena mena terhadap alam.

Ahhh.. jadi ingat jaman aku kecil dulu. Maen di sungai yang airnya masih mengalir dengan jernuh. Bahkan setiap pulang sekolah, aku dan teman teman di lingkunganku masih dengan semangat untuk menyambangi sungai itu untuk sekedar berenang dan memancing.
Tapi lambat laun air sungai itu mulai keruh. Semakin lama semakin tidak menarik lagi.
Dan kamipun mulai enggan main ke sungai, bahkan untuk sekedar menengok saja sudah malas.

Ya .. sungai itu sudah hampir mirip dengan air comberan. Tidak lagi jernih. Banyak sampah dan kotoran yang dibuang ke sana.

Andai … setiap orang menyadari arti pentingnya sungai.

Andai … setiap orang tidak lagi membuang sampah, kotoran dan limbah-limbah itu ke sungai.

Andai … setiap orang mampu memahami arti penting adanya hutan.

Andai … setiap orang menyadari kekayaan alam pasti ada batasnya.

Andai … semua orang MAU dan BISA memperlakukan ALAM dengan RAMAH.

Ahhhh …

Lagi lagi hanya ANDAI …

Thanks For The New Hp

November 29th, 2007 by yannadhani

Kemaren ada temen dari KDR yang kerumah buat nganterin titipan oleh2 juga titipan HaPe dari "dia".
Alhamdulillah…
Mudah2an HaPe baru ini bisa bertahan lama di tanganku.
Mudah2an HaPe baru ini tidak mengalami nasib seperti 3 hape yang telah mendahului dia.

Bedewe…
Setelah hampir 2 minggu engga make HaPe, rasanya lebih nyaman live without it yah.. balik kek jaman dahulu kala :D
-Tapi jadi bikin bete "Dia" :(-
Hehehehe….

Stress Out

November 12th, 2007 by yannadhani

God …
There’s too many thing that I beg from YOU
And I know YOU will give what we want on YOUR way
On the way that we didn’t expect
Even on the way that we didn’t want it

But God…
Right now I just want one little thing
Please let me pass this exam successfully
And the most important thing
Let me pass it WISELY

Cerita Tentang Mataku

June 12th, 2007 by yannadhani

24.05.07
Hari ini loiy ngerasa kurang enak badan. Badan lemes, kepala berat banget, badan meriang, plus tenggorokan sakit.
Tapi karena ada temen dateng dari kendari, trus janjian ketemuan.
Nemenin muter2 belanja barang titipan sampe sore, trus lanjut maen ke rumah Mpok Alfi di Bangka.
Tadinya mo pulang cepet, secara ada kuliah.. tapi sama mereka di bujuk buat bolos.
Akhirnya bolos juga.
Hampir jam 9 an gitu kita pulang. Nyampe rumah sekitar jam 10an gitu.
Malemnya engga bisa tidur gara2 suhu badan meninggi. Bingung juga mo gimana, secara loiy kost sendirian.
Akhirnya kompres sendiri, minum aer putih banyak-banyak, trus nyoba buat tidur meski susah banget dengan kondisi demam tinggi.
Baru bisa bobo pules pas menjelang pagi.

25.05.07
Bangun jam 9an. Inget janji mo nemenin temen yg dr kendari untuk nyari barang belanjaan yg masih kurang, secara entar sore dia mo balik.
Nelp dia, ternyata batal nyari barangnya.
Akhirnya loiy balik tidur lagi.
Sorenya ngerasa kondisi badan dah mendingan, cuman tenggorokan ama kepala doank yang masih berasa. Karena sayang untuk bolos lagi, maksain kuliah juga.
Di kelas malah engga konsen gara2 suhu badan mulai panas lagi. Kebiasaan kalo di kelas duduk paling depan, akhirnya ngungsi pindah paling belakang.
Nyoba tetep konsen ke mata kuliah, ngerjain kuis-kuis yg lumayan ruwet.
Alhasil cuman berhasil ngerjain 7 dari 13 soal. Alhamdulillahnya sih dari 7 soal itu yang salah cuman 2. Gak kebayang deh kl yang salah 5 hehehehe….
Karena demam yang tinggi banget, akhirnya pulang kuliah di anter temen ke RS. Fatmawati, takut kena DBD ato typus gitu.
Diagnosa dokter demam tinggi biasa, syukurlah …

29.05.07
Demam dah sembuh, tinggal batuk sama pileknya doank.
Pas bangun tidur jam 8an gitu, mata kanan berasa aneh. Mata memerah, bengkak dan keluar aer mata terus.
Loiy pikir kena iritasi biasa, makanya loiy cuman kasih obat tetes mata doank.
Sampe sore kok engga membaik ya kondisi mata kanannya. Tetep maksain kuliah … tapi separo perkuliahan minta ijin pulang karena mata kanan berair terus.
Malemnya ketidur setelah mata capek gara-gara kebanyakan obat tetes mata.

30.05.07
Bangun pagi dengan mata kanan yang makin membengkak. Karena ada kuliah pagi, nyoba tetep masuk dengan kondisi mata yang udah gede sebelah
*sayang absensinya booo*
Tapi sama aja hasilnya, karena engga tahan, pas separo perkuliahan ijin pulang.
Sorenya dengan di anter temen ke RS. Fatmawati buat periksa mata. Nyampe sana di kasih tau kalo mo periksa mata itu pagi sampe siang doank bisanya. Sama petugasnya di kasih rujukan disuruh ke RS. Mata Aini.
Akhirnya nyampe sana dokternya gie engga ada. Disuruh nunggu sampe jam 12 malem sihh .. cuman pas di kasih tau kalo mataku cuman masalah mata merah biasa aja ama perawatnya dan kalo di periksa besok pun engga jadi masalah, loiy milih pulang dan periksa besoknya aja.

31.05.07
Jam 10an gitu pergi ke RS. Fatmawati. Langsung disuruh ke poli mata.
Antri .. nunggu sampe jam 12an lebih gitu baru di panggil.
Tes penglihatan, lanjut dengan observasi dengan alat yang entah apa namanya, trus di cuci make cairan yang loiy sendiri engga tau cairan apakah itu.
Setelah prosesi pemeriksaan mata selesai, diagnosa dokter begitu mengejutkan. Ternyata mata kanan loiy terkena infeksi virus,  Dokternya sempet kaget melihat kondisi mata loiy, sampe loiy di tanya "matanya pernah ketusuk ya ..?? kok ada luka di korneanya ..??"
Akhirnya di kasih resep obat 4 jenis. 2 jenis eye drop, 1 jenis salep untuk mata, sama obat yang untuk diminum 1 jenis.
Dokter bilang seminggu lagi disuruh balik buat kontrol.

07.06.07
Hari ini jadwal kontrol mata lagi. Berdasarkan pengalaman kmaren yang musti antri lama, loiy pergi ke RS nya agak siangan.
Jadi jam 11an gitu baru brangkat, setelah registrasi, tetep antri juga sih.. tapi engga selama kek pertama dulu.
Engga lama kmudian di panggil juga.
Melalui tahapan pemeriksaan yang sama kek seminggu yang lalu.
"Dok, mata kanan saya kok untuk ngeliat gitu engga fokus lagi, jadi kalo ngeliat yang bercahaya begitu akan berbayang … cahayanya pecah"
"Karena infeksi kmaren meninggalkan luka di kornea yang bagian tengahnya, dan itu menyebabkan penglihatan kamu engga fokus lagi.."
"Truss .. ada cara gak dok buat mulihin penglihatan mata kanan saya ..?? misal di akalin dengan make kacamata mungkin …"
"Ya engga bisa, soalnya kondisi mata kamu bagus, cuman secara fisiknya terluka aja, mungkin bisa saya bantu dengan kasih obat. Tapi obat ini sifatnya hanya menyamarkan lukanya saja.."
"Jadi .. kondisi kornea saya tidak akan pulih seperti semula ya dok ..??"
"Untuk balik ke kondisi kornea semula itu tidak bisa, tapi luka itu bisa disamarkan"
" Jadi .. penglihatan saya akan seperti ini untuk seterusnya ..???"
" Iya .."
Spechless.
Pulang dengan perasaan campur aduk.
Nyampe rumah nelp kakak … nangis sejadi-jadinya.
Di saranin sama kakak untuk take the eye surgery aja …
Tapi ngeriiii … takut …
Nangis sampe sore, trus ketiduran gara-gara capek nangis.

08.06.07
Atas saran dan paksaan dari temen, akhirnya nyoba periksa ke RS. Jakarta Eye Centre di Menteng. Registrasi trus menjalani pemeriksaan mata seperti pas di RS. Fatmawati. Cuman bedanya alat-alat yang digunakan di JEC lebih canggih, lebih komplit.. dan pelayanannya begitu memuaskan. Meriksanya juga lebih detail, lebih cermat (hehehe ternyata harga tidak pernah bohong yahhh …).
Diagnosa hampir sama kek di Fatmawati, cuman dokter bilang kalo luka infeksi kmaren belum sembuh bener. Jadi masih ada nanah di korneanya (Hikss mengerikan… padahal kalo di liat secara kasat mata engga ktauan kalo ada nanah)
Trus pas loiy nanya kondisi penglihatan loiy nantinya bakalan pulih apa engga, dokter cuman bilang kalo sementara di sembuhin dulu nanah di luka infeksinya. Dan kalo udah sembuh bener, baru akan di coba terapi buat mulihin kondisi luka di korneanya itu.
Hari senin di suruh balik untuk kontrol.
Setelah beli 1 jenis obat lagi (obat yg kmaren disuruh nerusin dulu) trus pulang dengan secercah harapan kalo kondisi mata kanan bisa pulih.

11.06.07
Dengan naek taxi loiy meluncur ke Kuningan, ke kantor temen yang mo anterin loiy ke JEC.
Nyampe Kuningan udah hampir jam 1/2 5, trus nunggu temen ijin atasannya dulu.
Jam 5an baru di anter ke JEC.
Nyampe sana, musti melalui proses yang sama kek hari Jum’at kmaren.
Kata dokter, kondisi mata udah mulai membaik. Nanah di lukanya udah mulai berkurang.
Karena 2 jenis obat eye drop nya udah mo abis, loiy di kasih resep buat obat itu lagi.
Dan untuk obat yang lain disuruh nerusin dulu buat nyembuhin infeksinya. Dan nanti kalo nanahnya udah ilang semua, baru akan di beri obat lagi untuk mulihin lukanya.
Pulang … setelah make appointment kalo kamis harus kesana lagi untuk cek lagi.

*sigh* There’s still a long way to recover
Mata … yang selama ini loiy jaga banget karena keseharian loiy yang lebih banyak habis didepan komputer sama tipi.
Makanya loiy jaga bener-bener jaga dengan rajin minum jus wortel sama jus tomat (sampe sering di katain kek kelinci gara2 kalo belanja, wortel udah pasti jadi list pertama yang dibeli).
But now … hikss gara-gara loiy tidak mengindahkan gejala suatu penyakit, loiy jadi nyesel skarang.
Tapi penyesalan selalu datangnya belakangan.. dan sesal tidak ada gunanya kalo kita tidak bisa mengambil hikmah dari kejadian itu.
Skarang loiy cuman bisa pasrah sambil tetep keep trying untuk penyembuhannya.
Help to pray for me yahhh …
Mudah-mudahan mata loiy bisa pulih .. bisa fokus lagi kalo ngeliat …

Pesan singkat dari cerita diatas :
- Jangan pernah menganggap remeh gejala sakit .. sekecil apapun itu.
- Jangan tunda lebih parah sakitnya untuk pergi ke dokter, kalo engga mau menyesal.
- Jagalah kesehatan, karena untuk "sehat lagi" itu mahal.